Indonesian Journal of Muhammadiyah Studies (IJMUS) https://ijmus.muhammadiyahsalatiga.org/index.php/ijmus <p>Indonesian Journal of Muhammadiyah Studies (IJMUS) is published by Majelis Pembinaan Kader Sumber Daya Insani Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Salatiga, Jawa Tengah, Indonesia. The IJMUS Journal was born to provide the widest possible opportunity for researchers and scientific writers to publish the results of their research. This journal takes the scope of Islam and Muhammadiyah which includes History, Thought, Law, Islamic Civilization, Islamic Education, and Psychology and Spirituality Education in Muhammadiyah Studies.</p> <p>IJMUS, published twice a year (June and December), always places Islam and Muhammadiyah in the main focus of academic inquiry and invites any discussion as its purpose and scope.</p> en-US Tue, 02 Dec 2025 07:32:47 +0700 OJS 3.3.0.3 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Implementation of wasathiyah values in realizing inclusive multicultural education at sma muhammadiyah plus salatiga https://ijmus.muhammadiyahsalatiga.org/index.php/ijmus/article/view/457 <p>Wasathiyah's values are essential in realizing a harmonious society amid plurality and diversity. This study examines the implementation of wasathiyah values in realizing inclusive multicultural education at Muhammadiyah Plus High School in Salatiga City. This research uses a qualitative method with the type of <em>field research</em> data collection techniques using interviews, observation, documentation, and sampling techniques with <em>purposive </em>and <em>snowball sampling</em>. Based on the research results, implementing wasathiyah values uses a <em>project-based learning </em>model, discussion methods, and video media. Supporting factors for implementing religious moderation values are the support from many parties, the role of PAI teachers, and engaging learning models. In contrast, the inhibiting factors are the condition of students, the environment, limited facilities and infrastructure, and the absence of a religious moderation curriculum. Implementing multicultural-based character education is proven to create an inclusive learning environment and prepare a generation with an attitude of tolerance to live harmoniously amid diversity<strong>.&nbsp; </strong></p> Ayu Rizkia Silviana Copyright (c) 2025 Indonesian Journal of Muhammadiyah Studies (IJMUS) https://ijmus.muhammadiyahsalatiga.org/index.php/ijmus/article/view/457 Sat, 27 Dec 2025 00:00:00 +0700 Pengaruh pemahaman tentang riba, motivasi menghindari riba, dan religiusitas terhadap keputusan masyarakat kota salatiga menjadi nasabah pada lembaga keuangan syariah https://ijmus.muhammadiyahsalatiga.org/index.php/ijmus/article/view/458 <p>Maksud penelitian berikut untuk mengkaji pengaruh pengetahuan tentang riba, motivasi menghindari riba, dan religiusitas terhadap keputusan masyarakat Kota Salatiga untuk menjadi nasabah pada lembaga keuangan syariah. Studi ini adalah studi kuantitatif dengan data primer yang dihimpun menggunakan kuesioner pada 100 responden dengan teknik <em>purposive sampling</em>. Seluruh instrumen penelitian telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, serta lolos uji asumsi klasik. Hasil regresi menunjukkan bahwa ketiga variabel independen, yaitu pengetahuan tentang riba, motivasi menghindari riba, dan religiusitas, berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan menjadi nasabah. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,645 menandakan bahwa 64,5% keputusan masyarakat dipengaruhi oleh variabel-variabel independen tersebut, sementara 35,5% lainnya dipengaruhi oleh aspek lain selain yang diteliti. Temuan ini menunjukkan bahwa pemahaman terhadap larangan riba, dorongan untuk menghindarinya, serta tingkat religiusitas yang tinggi mendorong masyarakat untuk memutuskan lembaga keuangan syariah sebagai alternatif yang dianggap lebih sesuai dengan prinsip Islam.</p> Nafilla Chairun Nissa, Mukh Nursikin Copyright (c) 2025 Indonesian Journal of Muhammadiyah Studies (IJMUS) https://ijmus.muhammadiyahsalatiga.org/index.php/ijmus/article/view/458 Sat, 27 Dec 2025 00:00:00 +0700 Strategi reimajinasi gerakan ikatan pelajar muhammadiyah jawa tengah menuju generasi pelajar berdampak https://ijmus.muhammadiyahsalatiga.org/index.php/ijmus/article/view/447 <p class="fg-abstract"><em><span lang="EN-GB" style="font-family: 'Arial',sans-serif;">This article aims to analyze the reimagination strategy of the Muhammadiyah Student Association (IPM) movement in Central Java through the development of the Rumah Berkarya Pelajar (RBP) concept as an effort to shape a generation of impactful students. The background of this study stems from the structural and cultural challenges faced by IPM Central Java, such as program stagnation, weak cadre actualization, and the need to strengthen the movement’s relevance in addressing strategic contemporary issues. This research employs a qualitative descriptive approach combined with triangulation methods for data collection and analysis. The triangulation involves three main data collection techniques: questionnaires, in-depth interviews, and observation. Primary data were collected using purposive sampling, targeting 298 IPM cadres across Central Java and conducting in-depth interviews with the daily leadership of IPM Central Java. The study reveals that RBP functions as a strategic community space grounded in value integration, cadre ecosystem strengthening, and social impact orientation. RBP is constructed through a Theory of Change framework that incorporates nine fundamental movement values and the identity of the Pelajar Gayeng, further enhanced with an implementation roadmap and cross-sectoral collaborative strategies within IPM. This comprehensive strategy is expected to accelerate the transformation of IPM Central Java into a progressive, solution-oriented, and sustainable student movement.</span></em></p> Radite Ranggi Ananta, Ikhwan Adriansyah, Muhammad Nasir, Tria Budi Septiani, Hanum Rahma Aini Copyright (c) 2025 Indonesian Journal of Muhammadiyah Studies (IJMUS) https://ijmus.muhammadiyahsalatiga.org/index.php/ijmus/article/view/447 Wed, 31 Dec 2025 00:00:00 +0700 Teologi waktu dan etos amal: reinterpretasi surah al-‘ashr dalam gerakan muhammadiyah https://ijmus.muhammadiyahsalatiga.org/index.php/ijmus/article/view/493 <p>Surah al-‘Ashr merupakan salah satu surah dalam al-Qur’an yang menegaskan urgensi waktu sebagai landasan teologis yang menentukan keberhasilan dan kerugian manusia, didalamnya menegaskan bahwa manusia berada dalam kondisi kerugian kecuali mereka yang mampu mengintegrasikan iman, amal saleh. Sangatlah penting dalam mengkaji teologi waktu dalam surah al-‘Ashr serta mereinterpretasikannya dalam kerangka etos amal gerakan Ideologi Muhammadiyah yang dikenal sebagai organisasi Islam terbesar. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan <em>(library research) </em>dengan sumber primernya adalah teologi surah al-Ashr’ pemikiran KH Ahmad Dahlan dan etos amal gerakan Muhammadiyah dan sekundernya adalah buku dan jurnal yang relevan dengan tema yang dibahas. Hasil penelitian diketahui tujuan teologi al-Ashr’ menurut pandangan Muhammadiyah yaitu: <em>Pertama</em>, menyadari pentingnya waktu, <em>kedua</em>, memiliki keimanan yang kuat. k<em>etiga</em>, berlomba-lomba dalam kebaikan. k<em>eempat</em>, memiliki sikap tanggung jawab. Kemudian reinterpretasi penerapannya, yaitu: <em>pertama</em>, Paradigma tauhid <em>(‘amanu)</em> yaitu keimanan kepada Allah, <em>kedua</em>, kerja-kerja peradaban <em>(wa amilus sholihah) </em>yaitu beramal dalam bentuk amal nyata, <em>ketiga</em>, pengembangan IPTEKS <em>(watawasaubil haq)</em> yaitu Ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, <em>keempat</em>, penguatan akhlak <em>(watawasaubis shabr)</em> yaitu sebagai moralitas dalam kehidupan.</p> Ferry Armando Gunawan, Muhammad Hayat Copyright (c) 2025 Indonesian Journal of Muhammadiyah Studies (IJMUS) https://ijmus.muhammadiyahsalatiga.org/index.php/ijmus/article/view/493 Mon, 20 Jan 2025 00:00:00 +0700 Muhammadiyah as a progressive islamic movement https://ijmus.muhammadiyahsalatiga.org/index.php/ijmus/article/view/483 <p class="fg-abstract" style="line-height: 115%;"><span lang="EN-GB" style="font-family: 'Arial',sans-serif;">The Progressive Islamic Movement represents the ideological and theological paradigm of Muhammadiyah, integrating the purity of Islamic teachings with the spirit of scientific advancement, social reform, and civilizational development. In practice, Progressive Islam is manifested through the movement of da’wah amar ma’ruf nahi munkar), educational modernization, social services, and community empowerment. The implementation of this concept is evident in various Muhammadiyah charitable efforts in education, health, and socio-economic sectors, all managed professionally and inclusively.</span></p> Nurfadhilah Paisal, Yuyun Andira Sasminto, Ansar, Asbar Sakti , Dahlan Lama Bawa Copyright (c) 2025 Indonesian Journal of Muhammadiyah Studies (IJMUS) https://ijmus.muhammadiyahsalatiga.org/index.php/ijmus/article/view/483 Mon, 20 Jan 2025 00:00:00 +0700 Moderasi politik muhammadiyah dalam dinamika politik indonesia https://ijmus.muhammadiyahsalatiga.org/index.php/ijmus/article/view/497 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis moderasi politik Muhammadiyah dalam konteks dinamika politik Indonesia kontemporer. Latar belakang penelitian ini berangkat dari meningkatnya polarisasi politik, politisasi identitas agama, dan melemahnya kohesi sosial pasca pemilihan umum 2024 yang mengancam stabilitas demokrasi Indonesia. Melalui pendekatan studi kepustakaan terhadap berbagai literatur ilmiah dan dokumen resmi, penelitian ini menggali landasan nilai, praktik, serta tantangan dan prospek moderasi politik Muhammadiyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi politik Muhammadiyah berakar pada prinsip wasathiyah yang menekankan keseimbangan, keadilan, toleransi, dan rahmah sebagai wujud aktualisasi Islam berkemajuan. Dalam praktiknya, Muhammadiyah menampilkan politik adiluhung yang berorientasi pada nilai moral dan kemaslahatan publik dengan menjaga jarak dari politik partisan, berperan aktif sebagai kekuatan civil society, serta mendorong transparansi dan supremasi hukum. Namun demikian, Muhammadiyah juga menghadapi tantangan berupa polarisasi politik, hoaks digital, dan tarikan pragmatisme politik. Di sisi lain, peluang besar muncul melalui penguatan literasi politik warga serta konsistensi pada nilai-nilai Islam berkemajuan. Keseluruhan temuan menunjukkan bahwa moderasi politik Muhammadiyah berfungsi sebagai pilar penting dalam memperkuat demokrasi berkeadaban dan mencegah ekstremisme di Indonesia.</p> Muhammad Nizar Syahroni Saputra, Muhammad Hayat Copyright (c) 2025 Indonesian Journal of Muhammadiyah Studies (IJMUS) https://ijmus.muhammadiyahsalatiga.org/index.php/ijmus/article/view/497 Thu, 22 Jan 2026 00:00:00 +0700