Between Holistic Integration and the Risk of “Ayatization”:
Anatomy of the hidden curriculum in integrated Islamic schools
Keywords:
sekolah Islam terpadu, muwashafat, halaqah, tarbiyah, Outcome-Based EducationAbstract
Penelitian ini mengkaji hidden curriculum pada Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) untuk mengisi kekosongan literatur terkait integrasi sains dan agama secara praksis. Fokus analisis diarahkan pada dua elemen kunci, yaitu Muwashafat Tarbiyah dan sistem Halaqah (Bina Pribadi Islami). Melalui pendekatan kualitatif dan analisis dokumen dengan tahapan skimming, reading dan interpretation dipadu dengan hermeneutika objektif Emilio Betti terhadap dokumen resmi JSIT serta berbagai literatur empiris (2019-2025), penelitian ini menghasilkan tiga temuan utama. Pertama, struktur kurikulum JSIT meleburkan kurikulum nasional dan kekhasan, menjadikan Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai paradigma yang membingkai sains dan humaniora. Kedua, Muwashafat Tarbiyah difungsikan sebagai kerangka Outcome-Based Education (OBE) untuk mencapai standar lulusan yang utuh. Ketiga, Halaqah dan instrumen Mutaba'ah Yaumiyah efektif menjadi hidden curriculum yang mengobjektifikasi nilai spiritual menjadi indikator perilaku yang terukur secara empiris. Kesimpulannya, JSIT berhasil mengakhiri dualisme pendidikan di Indonesia. Namun, upaya ini menyisakan tantangan epistemologis berupa risiko "ayatisasi" sains yang superfisial, serta tantangan kultural yang menuntut sinergi kuat dengan pengawasan keluarga.
